Berpegang pada Hukum Allah

Bacaan : Markus 7 : 6-9

(oleh : Pnt. Sis Bambang / Ketua Blok XI)

Ada 3 hukum yang di hadapi oleh setiap orang percaya di dunia ini, yaitu : (1) Hukum Adat, yakni hukum yang berdasar peraturan-peraturan manusia, warisan nenek moyang mereke (Hukum Turun-temurun), (2) Hukum Negara, yakni hukum yang dibuat oleh lembaga negara untuk diberlakukan sebagai pedoman dan tata tertib bagi warganegara masing-masing, dan (2) Hukum Allah, yaitu hukum yang berdasar iman percaya kepada Allah dan firman-firman-Nya bagi setiap pemeluk-Nya. Untuk orang Kristen bisaa disebut Hukum Kasih.

Pada umumnya, setiap orang sebelum ia mengenal Kristus, tentu sudah memiliki dasar kepercayaan lama , baik yang diwarisi dari nenek moyang mereka maupun diperolehnya dalam pergaulan. Lazimnya aturan yang turun-temurun tersebut disebut Hukum Adat-Istiadat. Hukum ini merupakan kebisaaan yang berlaku/tradisi yang tak tertulis (atau jika tertulis bersifat sederhana), yang muncul berdasar naluri kebaikan semata. Kadang juga merupakan kepercayaan (Animisme/Politheisme, dll), yang percaya bahwa ada kekuatan supra natural di luar manusia, baik yang berada di dalam pohon, bebatuan, dll.

Tetapi, sesudah seseorang menjadi Kristen atau beriman kepada Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya, maka dasar/fondasi yang lama tersebut wajib untuk dibongkar, dibuang atau tidak dianut lagi. Mereka wajib menggantinya fondasi imannya tersebut dengan percaya hanya kepada Kristus (Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus, I Korintus 3 : 11). Dengan demikian statusnya berubah menjadi ciptaan baru, berubah 180 derajat atau kepercayaan yang lama sudah berlalu digantikan yang baru (bd. II kor 5 : 17).

Secara umum, tradisi yang berkembang, yang sering mempengaruhi kehidupan kita semua dapat dibagi menjadi 2 bagian, yakni :

  1. Yang berdasarkan Spiritual/Kerohanian/Kepercayaan. Sebagai misal, sesaji, tumbal, percaya roh orang mati (spiritisme), dll. Mengingat tradisi ini dapat mempengaruhi iman percaya kita, maka sudah sewajarnya kita sebagai orang percaya tidak perlu lagi mengikutinya. Kita tidak perlu lagi melakukan upacara-upacara peringatan hari kematian, weton, hari naas/geblake, hari keberuntungan, naga dina, primbon, ramalan, dan ketik reg.primbon/jodoh, dan sejenisnya (bd. Galatia 4 : 9-11, Kolose 2 : 16)
  2. Yang berdasarkan Budaya /Seni. Sebagai misal, pakaian, kerajinan tangan, ukir-ukiran, tari-tarian, wayang, tembang, dll. Mengingat tradisi ini tidak terlalu berpengaruh terhadap iman percaya kita dan merupakan identitas/budaya bangsa, yang perlu dilestarikan maka sudah sewajarnya kalau kitapun turut ambil bagian di dalamnya.

Persoalannya adalah : mampukah dalam pergumulan sehari-hari atau pergumulan khusus yang berat, kita senantiasa berpegang kepada Kristus ? Tentu asalkan kita sungguh-sungguh berusaha yang terbaik dan hanya berserah akan hasilnya kepadaNya. Setiap orang, termasuk kita sudah diberi akal budi untuk mengupayakannya. Bukankah Tuhan sudah berfirman : Kasihilah Tuhan AllahMu dengan segenap hatimu, jiwamu dan akal budimu ? Persoalannya adalah sudahkah kita mengasihiNya sedemikian tersebut ? Bukankah Tuhan Yesus juga pernah menyampaikan tawaranNya sebagai berikut …. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan. (Matius 11 : 27-30).

Selamat berpegang hukum Allah, meninggalkan tradisi kepercayaan yang lama, hidup baru dalam Kristus dan memberlakukannya firman-firmanNya dalam hidup sehari-hari, Tuhan memberkati, Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s