Apakah yang membuat Alkitab begitu istimewa?

Bacaan : 2 Timotius 3 : 15-16
Oleh : AM. Nilosoewarno, warga Blok VI/Klp. 1, edited

.

Mengapa umat Kristen percaya dan mengajarkan “Alkitab saja”, sebagai firman Allah yang telah dinyatakan oleh-Nya ? Memang secara kinetis Alkitab ditulis oleh manusia, namun semuanya itu diperoleh melalui pewahyuan, pengilhaman dan dorongan Roh Kudus yang juga sebagai Allah, Sang Pengarang/Inspirator yang asli (Band. II Petrus 1 : 21). Dan hal ini juga pernah ditegaskan oleh Rasul Paulus akan proses penulisan Alkitab dan kemanfaatan untuk : untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (II Tim. 3 : 16), serta sifat Alkitab yang dinyatakan oleh Petrus, “tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.” (I Petrus 1 : 25).

Sebagai bukti bahwa Alkitab adalah firman Allah, di dalam Alkitab terdapat sekitar 2000 kali kalimat sebagai berikut, ”Berfirmanlah Tuhan kepada Musa…”. “Datanglah firman Tuhan kepada Yesus…”. “Allah berfirman”, dll. Lagi pula, Alkitab juga menegaskan bahwa di dalamnya tercatat firman dan perbuatan-perbuatan Allah. Dengan demikian Alkitab memandang dirinya sebagai firman Allah.

Bagaimana dengan buku-buku lain yang di dalamnya juga banyak mengutip atau menyatakan hal yang serupa ? Memang klaim bahwa Buku lain juga memuat tentang firman Tuhan/Allah atau kuasa sejenis boleh-boleh dan sah-sah saja, namun perbedaannya adalah bahwa Alkitab dapat menunjukkan bukti-bukti yang tidak dapat disangkal sebagai firman Allah. Misalnya, Yoh. 1 : 1, 14, 3 : 16, 10 : 30, 14 : 6, dll.

Jika dijabarkan, mengapa Alkitab berbeda dengan buku lain yang sejenis, adalah sebagai berikut :

  1. KESATUANNYA. Meskipun Alkitab ditulis oleh banyak orang dan dalan situasi, waktu dan tempat yang berbeda atau diantara para penulisnya tidak saling mengenal, namun sifat kesatuannya isi dan beritanya telah menampakkan tangan Yang Maha Kuasa. Alkitab ditulis dalam periode ± 1500 tahun oleh lebih dari 40 orang penulis yang berbeda, ada yang berlatar belakang militer (Yosua), Perdana Menteri (Daniel), Nelayan (Petrus), Juru minuman (Nehemia), Dokter (Lukas), dll. Adapun tempat penulisannya, juga ada yang di Padang Gurun (Musa), di Penjara (Paulus), Di Tempat Pembuangan/ P. Patmos (Yohanes), termasuk di benua (Afrika, Asia dan Eropa) dan bahasa yang berbeda (Ibrani, Arami dan Yunani).
  2. MENGURAIKAN BANYAK PERSOALAN KONTROVERSIAL. Meski banyak berisikan berbagai kejadian yang kontroversial, namun Alkitab tetap merupakan kesatuan yang utuh. Dari awal hingga akhir Alkitab, intisari Alkitab hanya menguraikan tentang satu berita pokok yakni Rencana dan karya penyelamatan Allah bagi manusia, yakni melalui Yesus Kristus (Yoh. 3 : 16, 14 : 6, II Kor. 5 : 21, Ibrani 10 : 10, 14, dll). Yesus sendiri pernah memberi kesaksian bahwa Dialah tema dari seluruh Alkitab (baca : Yohanes 5 : 39, 46, 47). Yesus juga pernah menjelaskan bahwa, apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi (Lukas 24 : 27, 44).
  3. MERUPAKAN SEBUAH RANGKAIAN/PROSES. Terkait tema pokok tentang rencana dan karya penyelamatan Tuhan atas manusia (= dosa-dosa manusia yang menghasilkan maut/kebinasaan dirinya), maka Perjanjian Lama lebih meruakan persiapan (Yesaya 40 : 3), Keempat Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) merupakan perwujudan, Kisah Para Rasul merupakan penyebaran berita-Nya dan kesaksian karya penyertaan-Nya (Roh Kudus) dan Kitab Wahyu merupakan penggenapan karyaNya di waktu yang akan datang (Wahyu 1 : 27, eskatologi). Yang semuanya itu menceriterakan Sang Aktor yang Agung, yaitu Tuhan Yesus.

Untuk lebih menjelaskan hubungan antara Kitab yang satu dengan yang lainnya, yang merupakan kesatuan yang saling melengkapi, Dr. W.F. Albright, menyatakan sebagai berikut, “Penulis-penulis Perjanjian Baru, Alkitab Ibrani (berbahasa Ibrani, Perjanjian Lama-red) merupakan kitab suci dan mereka adalah ahli waris langsung dari nabi-nabi. Maka tidak mungkin kita mengerti Perjanjian Baru tanpa menyadari bahwa tujuannya adalah melengkapi serta menjelaskan Perjanjian Lama.Usaha apapun untuk kembali ke sumber-sumber agama Kristen tanpa menerima seluruh Alkitab sebagai pembimbing kita, pasti mengalami kegagalan.”

Sebagai eksperimen tentang adanya pengilhaman dan kesatuan penulisan Alkitab ini, Dr. W.F. Albright memberi rujukan sebagai berikut : Carilah sepuluh orang di sekitar anda, yang memiliki latar belakanng yang sama (pendidikan, bahasa, etnis, kebudayaan, dll). Kemudian pisahkanlah mereka dan mintalah mereka untuk menuliskan pandangan mereka mengenai sebuah persoalan yang sama dan kontroversial, misalnya tentang kebijakan Walikota Surabaya terhadap Penggusuran Pedagang Kaki Lima (PKL). Setelah itu, kumpulkanlah dan bandingkanlah hasil pandangan kesepuluh orang tersebut. Apakah mereka memperoleh kesimpulan yang sama ?! Tentu saja tidak ! Selanjutnya bandingkanlah dengan Alkitab yang ditulis oleh 40 orang yang berbeda (bahasa, zaman, benua, budaya, dll) dalam periode 1500 tahun, namun hasilnya merupakan kesatuan yang tak terbantahkan mengenai Rencana dan Karya Penyelamatan Tuhan atas manusia. Bukankah kenyataan ini menjadikan Alkitab sebagai buah karya, yang sangat mengagumkan ?!

Kesaksian gereja mula-mula, kesaksian sejarah dan arkeologi (penemuan bukti-bukti sejarah mengenai Alkitab), dan betapa Alkitab telah mengubah kehidupan banyak orang selama berabad-abad, membuktikan bahwa Alkitab memang merupakan Buku yang istimewa dan diwahyukan oleh Allah sendiri. Bahkan, berdasar hasil penelitiannya, seorang Arkeolog menyimpulkan bahwa, “Isi Alkitab jauh melampaui semua kepustakaan agama yang ditulis sebelumnya, dan lebih mengesankan dari semua kepustakaan yang ditulis sesudahnya dalam kesederhanaan beritanya yang nampak langsung, serta ke-universalan (yang berlaku umum) himbauannya kepada orang-orang di segala tempat dan di sepanjang waktu.”

Inilah barangkali yang selama ini dan perlu kita pergumulkan bersama tentang mengapa Alkitab merupakan buku yang sangat istimewa dan rujukan utama atas hidup dan harapan hidup kita sebagai orang Kristen. Sebab itu, jika sebagian kita ada yang belum memiliki dan membiasakan diri membaca Alkitab, mulai sekarang miliki dan bacalah, niscaya kehidupan anda akan diubahkan. Kehidupan anda akan mengalami berbagai pencerahan dan keajaiban, sebab membaca Alkitab berarti anda setiap hari bergaul dan hidup bersama Allah, Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s