Jadikanlah Rencana Sebagai Kehendak-Nya

Bacaan : Yeremia 42 : 5-6

(Oleh : P. Danoes, Anggota KP, Kesaksian, edited)

Manusia boleh merencanakan, tetapi Tuhan-lah yang menentukan (band. Yesaya 55 : 8, For my thoughts are not your thoughts, neither are your ways my ways, saith the Lord – King James Version). Sesungguhnya dalam kacamata Tuhan, rencana manusia vs rencana Tuhan, sama jauhnya dengan jarak antara Ujung Barat dan Ujung Timur Bumi ini. Namun, mengingat dunia ini bulat, bisa jadi bagi orang percaya jarak itu bisa jadi justru merupakan titik temu secara rohani antara manusia dengan Tuhan. Bukankah tiada yang mustahil di hadapan Tuhan ?

Contoh soal, ketika kita sedang menghadapi suatu masalah yang pelik. Tidak jarang pikiran kita memunculkan keniscayaan / kemustahilan logika, dengan menyatakan : Semua jalan sudah tertutup, Nasi sudah menjadi bubur, atau semua sudah terlambat ! Sebaliknya berdasar iman, dalam Ibrani 6 : 18-20 dikataka bahwa : supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya. Dengan demikian, jelaslah bahwa apa yang dipikirkan oleh manusia sesungguhnya tidak selalu seperti apa yang Allah pikirkan.

Bagaimana agar rencana kita sesuai dengan rencana-Nya ?

  • Siap sedia untuk menderita. Sebagaimana Kristus telah menderita dan mati di Kayu salib, maka sebagai orang Kristen ketika kita mengemban amanat agung-Nya untuk memberitakan injil dan Kristus, kita harus siap menderita (band. Filipi 3 : 10-11). Hal ini bukan berarti kita sengaja mencari-cari penderitaan, melainkan sebagaimana Kristus telah ditolak oleh dunia dan dunia tidak mengenalnya, maka jika kita ingin mendapatkan mahkota kesempurnaan dari Tuhan kita wajib untuk berlatih/ berperang secara rohani (band. Efesus 6 : 11-12) atau berlatih keras seperti seorang atlit olimpiade guna mendapatkan medali emas ( band. 2 Tim. 2 : 5).
  • Bertekun dan Setia, sebagaimana kesetiaan Kristus kepada Allah yang telah mengutus-Nya. Jika Yesus rela mengosongkan diri-Nya, merendahkan diri dan mengambil rupa seorang manusia, rela menderita dan taat sampai mati di kayu salib, tentu kita sebagai umat tebusan-Nya juga harus rela menderita dan setia kepada-Nya sampai mati sekalipun. Untuk menjadi umat pilihan-Nya atau mendatangkan Kerajaan Allah di Bui memang tidak mudah, namun bila kita setia, bertekun dan tahan uji, niscaya Tuhan akan memampukan kita untuk menghadapi berbagai tantangan hidup (band. Yakobus 1 : 2, 1 : 12, 1 Kor. 10 : 13).
  • Berserah dan Tunduk secara Total kepada Tuhan. Hanya dengan penyerahan diri/ketundukan secara total maka berarti kita telah menyerahkan segala keinginan-keinginan kita kepada kehendak dan kedaulatan-Nya. Dengan demikian, dalam hidup ini yang kita cari/hadirkan adalah Kerajaan Allah, dan selanjutnya „segala sesuatu yang kita butuhkan“ akan dicukupi oleh Allah sendiri (band. Matius 6 : 33). Contoh Kasus, Ibrani 5 : 17 a, Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.

Kerinduan seperti apakah yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita ?

Dalam berbagai kesempatan, Tuhan sangat merindukan kita untuk PULANG ke rumah-Nya dan senantiasa memiliki hubungan yang erat dengan-Nya. Seperti, seorang Bapa yang merindukan kepulangan anak-Nya yang hilang (band. Lukas 15 : 22-24), juga ibarat Pokok anggur dengan ranting-rantingnya (band. Yoh. 15 : 4-5). Ia tidak menghendaki kita hidup hanya mementingkan diri sendiri (egoistis) dan hanya bisa berbicara tetapi tidak dapat melakukannya, seperti orang-orang Farisi (band. Lukas 11 : 39, Matius 23 : 3). Ingatlah bahwa Tuhan tidak memandang rupa, keelokan paras dan keperkasaan tubuh kita, melainkan Ia lebih melihat kesalehan hati kita (band. 1 Samuel 16 : 7). Sebab hanya dengan hati yang tulus maka akan memampukan kita menuntun jiwa-jiwa kepada injil keselamatan (band. Filipi 1 : 12, 26) dan kehidupan yang penuh damai sejahtera (band. Roma 8 : 5).

Bagaimana cara menetapkan rencana agar sesuai dengan kehendak-Nya ?

Ingatlah bahwa Rasul paulus pernah berkata bahwa barangsiapa tunduk kepada daging, ia akan dikendalikan oleh kehendak daging, yakni mengejar tujuan-tujuan hidup yang hanya memuaskan daging, sedangkan barangsiapa yang tunduk kepada kehendak Roh maka ia akan mencari perkara-perkara yang di atas atau dikendalikan oleh Roh Kudus (band. Kolose 3 : 2). Sebab itu bila kita ingin agar rencana kita sesuai dengan rencana-Nya, maka marilah kita menetapkan pikiran kita dengan : berpusat pada Kristus, firman-firman-Nya, kehendak-Nya, rencana dan tujuan-Nya.

Dengan hanya memusatkan diri kepada kehendak rohani, niscaya segala hal yang merupakan tipu daya Iblis : sikap egois, individualis, rasa takut, kuatir, tidak percaya, atau berbagai pencobaan /permasalahan hidup, cepat atau lambat dapat kita halau dengan baik. Jika Tuhan menawarkan hidup di bumi seperti di surga, bagaimana respons kita ?

Bila kita mampu menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini, niscaya apa yang menjadi rancangan-Nya akan diimplementasikan dalam setiap rencana kita. Ketika kita mentaati Tuhan maka Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16 : 17-18). Demikian pula dengan, doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni (Yakobus 5 : 15).

Pada akhirnya, pertanyaan pentingnya adalah : Sudahkah kita memiliki/ memenuhi berbagai kriteria yang disyaratkan oleh Tuhan sebagaimana tersebut di atas ? Jika belum, marilah selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini, marilah kita taati firman dan hidup tinggal bersama-Nya, niscaya dalam setiap hidup kita akan mengalami rencana-rencana-Nya yang penuh dengan berbagai mujizat yang nyata, Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s