“HIDUP UNTUK BERUBAH”

“HIDUP UNTUK BERUBAH”

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Jika kita perhatikan rencana Tuhan Yesus untuk datang ke daerah Tirus dan Sidon, hal ini menunjukkan betapa pentingnya untuk memaknai proses pencerahan sekaligus pemahaman untuk menjadi murid Tuhan Yesus yang setia dan mampu menjalankan perintah-Nya. Guna mewujudkan misi mulia tsb, Tuhan Yesus mengajak para murid mencari tempat yang tenang dan tidak menjadi perhatian orang lain. Dengan kata lain tidak diganggu oleh orang banyak yang mencari-Nya (suasana kondusif).

Tetapi pada waktu itu berita tentang perbuatan ajaib Tuhan Yesus sudah tersiar diluar batas negeri orang Yahudi. Walaupun Tuhan Yesus tidak berkhotbah dimuka orang selama la berada di daerah Tirus dan Sidon, seorang perempuan Kanaan dari daerah itu mulai insaf, bahwa Yesus sangat terkenal karena pertolongan-Nya kepada orang-orang sakit dan kuasa lainnya. Perempuan Kanaan itu mencoba untuk memperjuangkan harga dirinya yang sudah terlanjur mendapat sebutan orang yang tidak mengenal ajaran Tuhan Yesus atau sering disebut orang Kafir. Dia mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku” (ay.25) meski perempuan itu menyadari bahwa dia tidak pantas datang kepada Yesus anak Daud (ay.23-24). Untuk kesekian kalinya, dia berseru dengan segala kerendahan dirinya untuk memperoleh kuasa penyembuhan agar anak perempuannya yang kerasukan setan itu bisa sembuh.

Adalah hal yang sangat mengharukan bagi Tuhan Yesus, ketika perempuan itu menyebut Tuhan Yesus dengan gelar ‘anak Daud’ yang berarti Raja Mesias dari keturunan Daud. Pernyataan perempuan ini merupakan bentuk totalitas diri untuk mendapatkan hak yang sama, balk di mata Tuhan Yesus maupun terhadap sesamanya, maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Hai ibu, besar imanmu dan jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki”. Seketika itu pula anaknya sembuh (ay.28)

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, dari sumber perikop ini, pemahaman apa yang dapat kita jadikan sebagai tolak ukur ketika kita sudah menyatakan diri kita sebagai murid Tuhan Yesus? Tentunya dinamika kehidupan kita saat ini dan masa yang akan datang semakin serba sulit karena berbagai tantangan yang harus kita jalani sebagai konsekuensi logis dari era globalisasi, dan “Hidup adalah Pilihan”. Tentunya pilihan untuk berubah, Tuhan Yesus membuka diri-Nya bagi siapa saja yang mau datang kepada-Nya dengan segala beban pergumulan hiclup yang senantiasa mewarnai kehidupan ini.

Oleh karena itu penyerahan diri secara total dihadapan Tuhan Yesus sangatlah mendasar untuk menjadikan diri kita mau dipakai Tuhan sebagai alat-Nya, guna mewartakan berita sukacita Tuhan Yesus. Kiranya renungan ini dapat kita jadikan inspirasi di tahun 2011, agar kehidupan kita pada masa kini dan yang akan datang lebih bermakna dan menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

(Sumber : Pnt. Maudy Darminto, Wk.Ket. 1 PHMJ).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s