F.U.N.G.S.I G.E.R.E.JA

Bacaan : Efesus 4 : 1-16

“Jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi ?”(1Korintus 3:3)

Setiap kali mendengar tentang perselisihan di gereja, saya merasa ngeri. Saat saya dan istri pergi makan bersama dengan seorang teman yang melayani sebagai pendeta, ia menceritakan kepada kami beberapa hal yang menjadi sumber pertengkaran orang-orang di gerejanya. Orang-orang kristiani bertentangan satu sama lain hanya karena masalah-masalah seperti : warna karpet, makanan/konsumsi, pengaturan AC, sound system, warna cat, apakah paduan suara sebaiknya pakai jubah atau tidak, pemilihan alat musik, dll.

Sebagai akibatnya, banyak pendeta atau orang Kristiani terpaksa meninggalkan gereja karena berbagai perselisihan seperti di atas. Orang-orang kristiani saling memutuskan hubungan persahabatan. Gereja terpecah karena jemaat meributkan hal-hal semacam itu.

Mengapa hal ini terjadi ? Mereka yang terlibat dalam pertengkaran karena masalah sepele seperti tersebut di atas telah melupakan fungsi gereja yang sesungguhnya. Gereja adalah tempat kita beribadah, membaca firman Tuhan, bernyanyi untuk kemuliaan Allah, melayani orang lain, dan saling membantu untuk bertumbuh bersama demi mencapai kedewasaan penuh dalam iman. Gereja seharusnya menjadi tempat yang penuh kasih, pengampunan, dan pengharapan.

Dalam suratnya kepada Jemaat di Efesus, Rasul Paulus menjelaskan tentang kesatuan tujuan (band. 4:1-16) yang dapat membantu kita mengatasi berbagai perbedaan pendapat tanpa mengakibatkan perpecahan. Ia tahu betul bahwa keinginan yang egois, kepentingan pribadi, dan sikap pilih kasih, serta merasa diri paling benar dapat menimbulkan perpecahan/malapetaka (band. 1 Korintus 3:1-9).

Sebagai warga gereja, marilah kita kembalikan fungsi gereja sebagai tempat yang bebas dari perselisihan dengan mengingat fungsi gereja yang sebenarnya. Ingatlah selalu bahwa gereja yang adalah tubuh Kristus, yang merupakan kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Mengapa ? Karena orang-orang Kristiani yang suka berselisih satu sama lain mencerminkan “sosok” yang tidak dapat berdamai dengan Bapa Sorgawi (oleh Dave Branon, Alkitab.Sabda.org, 19/10/2003).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s