ORANG KRISTEN WAJIB LEMAH LEMBUT

ConnectedFamilies_Banner1Bacaan : I Raja-raja 19 : 11-14, dan Matius 11 : 28-30

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Menghadapi anak bandel, nakal dan banyak ulah, seringkali membuat para orang tua uring-uringan, cepat emosi, gampang marah atau tidak jarang main tangan atau kekerasan. Sebab itu, tidak mengherankan jika di dalam berbagai media cetak maupun elektronik (Koran, majalah, televisi, internet, dll), hampir setiap hari kita jumpai adanya tindakan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), baik yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya, kakak terhadap adiknya, orang dewasa terhadap anak-anak, dan bahkan suami terhadap isterinya atau sebaliknya.

 Mengapa hal ini bisa terjadi ? Tentu saja banyak faktor yang menyebabkannya, baik karena dipicu kesibukan orang tua, kurangnya keteladanan orang tua, pola asuh keluarga yang salah, atau bahkan secara klise dipicu akibat kesulitan ekonomi keluarga. Namun, yang paling parah adalah jika berbagai tindakan “suka melawan, atau suka memberontak” yang dilakukan oleh si anak dipicu karena ketiadaan “Figur orangtua yang patut diteladani”, baik karena orang tua mereka bercerai (broken home) atau bahkan kedua-duanya sama sekali tidak pernah bersama-sama anak mereka.

Berkaitan dengan persoalan tersebut, Penulis Amsal pernah mengingatkan bahwa, Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka (Amsal 17 : 6). Selanjutnya dari hasil penelitian terhadap beberapa keluarga modern tentang “Fenomena Keluarga Tanpa Sosok Ayah atau Ibu”, yakni keluarga yang anak-anaknya menghabiskan sebagian besar waktu mereka hanya bersama Baby Sister atau Pramuwisma, diperoleh kesimpulan bahwa anak-anak dalam keluarga yang seperti ini memiliki kecenderungan sebagai berikut :

þ  5 kali lebih akan bunuh diri;

þ  32 kali lebih akan minggat dari rumah;

þ  20 kali lebih akan menderita kelainan perilaku (homo, waria, antisosial);

þ  14 kali lebih akan melakukan tindakan pemerkosaan (aktif lebih dini secara seksual dan yang wanita mungkin terjerat seks bebas);

þ  9 kali lebih akan putus sekolah dan hidup dalam kemiskinan;

þ  10 kali lebih akan terjerat narkoba atau obat-obatan terlarang;

þ  10 kali lebih akan dipenjara (70% anak yang dipenjara adalah anak yang ayahnya tidak bersama mereka); dan

þ  9 kali lebih akan mengalami gangguan kejiwaan (stress, gila, dll).

(Sumber : Dear Mom and Dad, YHM, 23/01/2013).

Berkaitan dengan betapa pentingnya sosok orang tua bagi anak, seorang anak pernah mengomentari ayahnya seperti ini, “Ayahku memang tidak sempurna, tapi aku juga tidak sempurna. Kalau main basket, tembakannya yang bergaya khas itu jarang sekali membuat bolanya masuk. Tetapi yang penting ia main basket bersamaku. Banyak anak-anak lain yang tidak pernah main basket bersama ayahnya.”

Bagaimana sikap orang Kristen menghadapi atau mengantisipasi kondisi tersebut ? Alkitab dalam beberapa pernyataan-Nya menyebutkan, sebagai berikut : Allah hadir bukan dalam  angin besar dan kuat, gempa bumi atau api, tetapi angin sepoi-sepoi basa (I Raj. 19:11-13), Allah dalam diri Yesus adalah sosok yang lemah lembut (Matius 11 : 29), Orang yang lemah lembut akan memiliki bumi (Matius 5 : 5, Yoh.12:19), Firman yang menyelamatkan hanya bisa diterima jika kita memiliki sikap lemah lembut (Yakobus 1 : 21), Kelemahlembutan mendatangkan hikmat (Yakobus 3 : 13), dan kelemah-lembutan akan menuntun orang yang suka melawan untuk bertobat dan hidup dalam kebenaran (II Tim. 2 : 25).

Nah…dari beberapa firman-Nya tersebut, jelas sekali bahwa jika kita ingin menjadi orang Kristen yang sejati, berhikmat, bersaksi, melakukan dan membagikan sukacita-Nya, kita wajib hidup dalam kelemah-lembutan, Amin (Bawa Mulyono Hadi, warga Blok XI).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s